Pengentasan Kemiskinan Struktural

Ardan alumni Program yg kini kuliah di UGM

Yang dimaksud kemiskinan structural adalah kemiskinan turun menurun 7 turunan. Anak dari keluarga miskin akan jatuh miskin lagi kelak, karena lingkungan struktur masyarakat tidak memungkinkan mereka lepas dari belenggu kemiskinan. Itu sebabnya muncul istilah yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya. Artinya ketimpangan social masih menjadi persoalan serius. Kondisi ini diperparah wabah COVID 19. Warga miskin benar benar hilang pekerjaan hilang penghasilan dan mengandalkan bantuan social yang tentu tidak mungkin mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Sementara keluarga kelas menengah atas masih bisa bertahan, karena masih memiliki tabungan atau pekerjaan yang lebih stabil.

Sebagai sebuah yayasan pemberdayaan masyarakat, Yayasan Remaja Masa Depan (YRMD) berinovasi membuat program pengentasan kemiskinan paling inovatif di Indonesia, yaitu bagaimana menyiapkan anak-anak dari keluarga miskin agar tembus PTN-PTN favorit. Jika mereka kuliah disana sampai lulus, Insya Allah masa depan mereka tidak akan jatuh miskin lagi. Bahkan bukan tidak mungkin kelak menjadi pemimpin NKRI yang sukses dan dicintai rakyatnya, sebab mereka sudah merasakan pahit getirnya kemiskinan dimasa kanak-kanak mereka.

Perlu dicatat bahwa YRMD pernah menjuarai Lomba Pengentasan Kemiskinan Paling Inovatif di Indonesia (memenangkan lomba dari 1500 peserta LSM/yayasan seluruh Indonesia) yang diselenggarakan The Wolrd Bank dan kini YRMD membuat program terobosan terbaru dengan program pengentasan kemiskinan structural. Selama ini program (yayasan-yayasan lain pada umumnya) kepada anak-anak dari keluarga miskin hanyalah pelatihan montir/menjahit/computer/keterampilan atau beasiswa sekolah. Hasilnya anak dari keluarga miskin memang lulus sekolah (SMA/SMK) dan bekerja, akan tetapi pekerjaan mereka 100% hanya mendapatkan gaji UMR dimana penghasilan UMR sulit mendongkrak kehidupan yang lebih layak/naik kelas dari kelas bawah ke kelas menengah. Survey membuktikan keluarga dengan penghasilan UMR (sebagai buruh apapun/sector formal atau informal) sulit meningkatkan taraf hidup dan bahkan rawan jatuh miskin kembali.

Bentuk program ini adalah mencari anak anak miskin yang cerdas di sekolah sekolah dan setelah mendapatkan mereka, lalu dilakukan pendampingan. Pendampingannya dengan memberikan kursus bimbel gratis, kursus bahasa inggris/IPA gratis, dan kursus –kursus lainnya yang membuat mereka bisa bersaing dengan anak anak cerdas dari keluarga kelas menengah. Jujur biaya kursus2 ini bisa mencapai puluhan juta/tahun. Walau mahal tetap harus diambil, sebab secerdas-cerdaskan otak anak miskin, jika tidak dikursuskan, maka mereka kalah bersaing untuk mendapatkan PTN favorit.

Copyright ©2014 | PantiAsuhan.org