Pengentasan Kemiskinan Struktural yang Padat Modal

Yang dimaksud kemiskinan structural adalah kemiskinan turun menurun selama 7 turunan. Anak dari keluarga miskin akan jatuh miskin lagi kelak, karena lingkungan struktur masyarakat tidak memungkinkan anak dari keluarga miskin lepas dari belenggu kemiskinan dan inilah yang terjadi di Indonesia, baik didesa ataupun di Kota besar. Istilah yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya memang benar adanya. Biro Pusat Statistik (BPS) maupun Lembaga internasional 

UNDP (United Nation Development Program) melaporkan bahwa Gap Kemiskinan (poverty gap index Per -Maret 2017: 0,393) di Indonesia melebar dari tahun ke tahun. OXFAM dan INFID, 2 buah NGO Internasional yang reputable mencatat bahwa 4 orang terkaya di Indonesia kekayaannya sama dengan 100 juta penduduk Indonesia. Selain itu The World Bank menilai Indonesia adalah negara dengan tingkat ketimpangan kemiskinan tercepat di Asia dan berpotensi menciptakan disabilitas negara, misalnya kerawanan social dan konflik social.

Sebagai sebuah yayasan pemberdayaan masyarakat, Yayasan Remaja Masa Depan (YRMD) berinovasi membuat program pengentasan kemiskinan paling inovatif di Indonesia, yaitu bagaimana menyiapkan anak-anak dari keluarga miskin agar tembus UI/ITB/UGM/STAN/STPDN/STIS/ AKMIL/AKPOL dan PTN/Perguruan Kedinasan favorit lainnya. Jika mereka kuliah disana sampai lulus, Insya Allah masa depan mereka tidak akan jatuh miskin lagi. Bahkan bukan tidak mungkin kelak menjadi pemimpin NKRI yang sukses dan dicintai rakyatnya, sebab mereka sudah merasakan pahit getirnya kemiskinan dimasa kanak-kanak mereka. Hanya masalahnya program ini padat modal dan YRMD akan berjuang keras menggalang donasi masyarakat men-

sukseskan program ini. Perlu dicatat bahwa YRMD pernah menjuarai Lomba Pengentasan Kemiskinan Paling Inovatif di Indonesia (memenangkan lomba dari 1500 peserta LSM/yayasan seluruh Indonesia) yang diselenggarakan The Wolrd Bank tahun 2005 dan kini YRMD membuat program terobosan terbaru dengan program pengentasan kemiskinan structural. 

 

Selama ini program (yayasan-yayasan lain pada umumnya) kepada anak-anak dari keluarga miskin hanyalah pelatihan montir/menjahit/computer/keterampilan, beasiswa sekedarnya (sekedar bisa bayar SPP sekolah), atau sumbangan lainnya. Hasilnya anak dari keluarga miskin memang lulus sekolah dan bekerja, akan tetapi pekerjaan mereka 100% hanya mendapatkan gaji UMR alias jatuh miskin lagi. Survey membuktikan keluarga dengan penghasilan UMR (sebagai buruh apapun/sector formal atau informal) sulit meningkatkan taraf hidup.

Karena program pengentasan kemiskinan ini padat modal, YRMD berharap para donator dapat memberikan sumbangan pada kami.

Copyright ©2014 | PantiAsuhan.org