Team

Moch. Firdaus (mantan anak jalanan, lahir 1969), Pendiri Yayasan

team-m_firdausYang tidak kalah impresif dari Yayasan Remaja Masa Depan adalah latar belakang pendirinya “M.Firdaus” sebagai mantan anak jalanan sehingga ia memahami bagaimana hidup dalam kemiskinan parah yang dialami oleh anak-anak binaannya dan ia pun menjadi ‘role model’ bagaimana sebuah cita-cita dapat diraih melalui kerja keras dan pendidikan yang tinggi. Ini sebuah kisah seorang yang lahir dari keluarga dhuafa dan sulit mengakses pendidikan tapi punya tekad besar merubah nasib tidak hanya buat dirinya sendiri, tapi juga nasib orang lain.

Ia lahir di Jakarta (26 December 1969) yang dibesarkan di lingkungan keras dan kumuh di Manggarai-Jakarta Selatan. Walaupun penuh tantangan dalam perjalanannya. Sewaktu kecil ayahnya seorang penjaga sekolah dan ibunya kuli cuci. Saat SMP, Firdaus kecil adalah anak tertua dan punya 7 orang adik yang sebagian putus sekolah. Tinggal di gubuk berukuran 3 x 4M terbuat dari bilik bambu di tepi sungai yang kerap banjir jika hujan. Makan saja susah, terkadang nasi basi digoreng dengan lauk garam kemudian dimakan. Jika tidak ada makanan sama sekali, ia dan adik-adiknya mencari makanan sisa orang di tempat sampah supermarket. Karena miskin, ia bekerja untuk membiayai sekolahnya. Saat SD ia jualan kue keliling kampung, saat SMP dan SMA jualan koran diperempatan patung Pancoran, bahkan jalan kaki setiap hari dari Manggarai ke Mampang Prapatan. Untuk meringankan biaya di sekolah ia meminjam buku pelajaran dari temannya karena tidak mampu membeli.

Menyelesaikan sarjana Jurusan Sejarah di Universitas Indonesia (1988-1994) atas beasiswa Super Semar dan PT.Bogasari. Lalu melanjutkan studi Program Master (S2) Psikologi UI tahun 1994 dan Program Master (S2) FISIP UI tahun 2003-2004, tetapi tidak tamat karena kesibukan kerja. Pada tahun 2006 mendapatkan kesempatan belajar di University of East Anglia, Norwich-Inggris atas beasiswa dari The International Fellowship Program (IFP) dan meraih gelar MA pada tahun 2007. Ini adalah pertama kali ia naik pesawat dan pergi keluar negeri. Setelah meraih gelar MA, ia dapat terus mengembangkan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan anak di Indonesia. Kini kesibukan beliau sebagai dosen, wiraswasta, dan mengurus yayasan.

Sedangkan sejarah pendirian YRMD diawali adanya krisis moneter yang parah di Indonesia pada tahun 1997-1999 yang menyebabkan banyak anak putus sekolah dan orangtuanya di PHK dari pekerjaan. Moch.Firdaus mulai mengumpulkan informasi anak-anak putus sekolah di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung dan melihat sebuah kemungkinan didirikannya sebuah SMP dan SMA gratis dan Panti Asuhan untuk menampung anak-anak yang hidup terlantar. Akirnya pada 19 Juli 1999 dibukalah sekolah gratis (awalnya murid hanya 15 lalu bertambah 40 dan akhirnya mencapai 230 orang) untuk anak putus sekolah dan anak jalanan. Jadi sebelum pemerintah Indonesia menerapkan sekolah gratis, YRMD sudah mendirikan sekolah gratis terlebih dahulu sebagai pilot project. Bisa dikatakan YRMD adalah salah satu yang menginisiasi pemerintah untuk menyelenggaralan sekolah gratis.

Hussein Habsy, Pendiri Yayasan

husein-habsy

Ia lahir di Jakarta 3 April 1970 dan kini tinggal di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ia punya 4 orang anak. Ia menyelesaikan kuliahnya di FKM-UI pada tahun 1993 dan melanjutkan studi Masternya di Curtin University, Perth- Australia. Kini ia bekerja sebagai Program Manajer pada Yayasan Pelita Ilmu dan dosen di beberapa universitas termasuk di UI. Selain dosen ia juga konsultan di lembaga-lembaga international dalam penanggulangan HIV/AIDS, aktif di Komisi AIDS Nasional dan salah satu pengurus di organisasi ahli kesehatan masyarakat Indonesia.

Widiyatna, Pengawas Yayasan

widiyatna

Widiyatna lahir di Jakarta tahun 1972 dan saat ini tinggal di Cipayung, Jakarta Timur. Menyelesaikan sarjananya di Universitas Negeri Malang tahun 1988 dan meraih gelar Master dari Universitas Indonesia di bidang Pertahanan Nasional tahun 2006. Saat ini bekerja di sebuah lembaga internasional, DKT Indonesia, yaitu sebuah NGO yang bergerak dalam pencegahan HIV/AIDS dan Keluarga Berencana. Selain bekerja di NGO, ia juga mengajar di Universitas Pamulang. Kesibukan lain adalah aktif di forum ketahanan nasional dan Forum Penanggulangan HIV/AIDS nasional.

Yuliastuti, Pengurus Yayasan

team_yuli

Nama kecilnya Yuli, lahir 21 September 1990. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih balita dan ibunya meninggal dunia tahun 2011. Dia pernah tinggal di Panti Asuhan Tebet selama 7 tahun. Sebelum tinggal di Panti Asuhan Tebet, dia pernah menjadi pengamen keliling kampung bersama ibunya. Setelah lulus SMA, Panti Asuhan Tebet menguliahkannya di Universitas Indraprasta jurusan Bahasa indonesia tahun 2010 dan meraih gelar sarjana tahun 2014. Hobinya adalah menyanyi dan menari tarian tradisional dan ia ingin menjadi guru. Kini impiannya menjadi guru terwujud. Ia mengajar Bahasa Indonesia di SMP Depok-Jawa Barat. Pada September 2014 ia menikah dan kini tinggal bersama suaminya di Depok-Jawa Barat.

Maryamah, Pengurus Yayasan

Maryamah1

Maryamah lahir di Bekasi pada 16 Januari 1974. Hobinya merawat anak-anak kecil, khususnya anak-anak terlantar dengan sepenuh hati, baik tenaga, pikiran, maupun waktu. Saat berusia 5 tahun ia sudah menjadi yatim-piatu.Sebagian besar waktunya tinggal di Pesantren Yatim-Piatu di Bekasi-Jawa Barat dan Pesantren Attahiriyah, Jakarta. Pernah menjadi guru taman kanak-kanak dan kini menjadi pengurus YRMD sejak 2003. Lulus dari Universitas Attahiriyah tahun 1998.  Ia mempunyai 3 orang anak.

Afifah, Pengurus Yayasan

team-afifah

Afifah lahir tahun 1980 di Brebes-Central Java dan ia adalah single parent sejak 2011.Saat ini tinggal di Panti Asuhan Tebet bersama putrinya 16 tahun dan putranya 13 tahun. Dia pernah bekerja sebagai PRT di Saudi Arabia selama 2 tahun dan Hongkong selama 4 tahun. Kembali ke Indonesia tahun 2012 dan saat ingin bekerja kembali di Luar Negeri ia mendapat kecelakaan yang membuat kakinya patah. Karena itulah ia memutuskan tidak lagi bekerja di luar negeri. Tahun 2012 ia ke Jakarta dan bekerja di Yayasan Remaja Masa Depan sebagai Ibu asuh anak-anak Panti Asuhan Tebet. Selain bekerja pada yayasan, ia juga mengajar anak-anak mengaji di lingkungan dekat Panti Asuhan tebet. Walau umurnya sudah tidak muda lagi, baliau saat ini kuliah di Universitas Attahiriyah dengan program Pendidikan Agama.

 
Copyright ©2014 | PantiAsuhan.org